top of page
Bulan Layu di Matamu
Fariqah Nadzirah
April 6, 2026

Dahulu, matamu adalah rembulan penuh
yang bersinar paling terang.
Cahayanya jatuh pelan di wajah-wajah lelah,
menenangkan, tanpa banyak kata.
Dahulu, matamu adalah rembulan penuh.
Bunga-bunga mekar di sana.
Menatapnya seakan dunia menjelma surga,
dan aku memilih tinggal di bawah langit matamu.
Berapa lama aku tidak menjenguk bulan itu?
Kulihat kini ia berdebu
dan kehilangan sinarnya,
perlahan-lahan tenggelam.
Tatapanmu kini jadi bulan yang layu.
Malang, 27-10-24.
bottom of page
