top of page

Lukisan Para Tuan

Zalfaa Daughtervy

March 28, 2026

lukisan para tuan masih tergantung hebat

di atas bayang-bayang mimpi yang berjarak

kudengar para nyamuk geger dalam tawa sunyi mereka

berbisik-bisik heran, mengapa lukisan-lukisan itu masih di sana,

lengkap bersama memori yang dibawanya sejak lama.


lukisan para tuan masih tergantung hebat

di atas rak buku berdebu, yang entah

kapan terakhir kali kusentuh

ada bayanganku di sana, di tengah sarang laba-laba

menghitung jarak antara hari kemarin dan esok

berharap-harap cemas, semoga

tak ada lagi hati yang harus kulepas.


lukisan para tuan masih tergantung hebat

di atas piano hitam yang tak lagi berlagu

kutuang segala pilu yang memelukku,

ke dalam aksara-aksara putih

yang melipurkan segala lukaku.


sebab patah hati, tak berarti aku boleh mati

walau berarti aku harus berjuang sendiri

sebab patah hati, tak berarti aku boleh mati

walau berarti air mataku harus berlinang sendiri.


lukisan para tuan masih tergantung hebat

di atas bayang-bayang mimpi yang berjarak

dan aku ada di sini, menghitung

mimpi-mimpi yang sudah kulampaui,

di atas sarang laba-laba–yang sudah mati.

bottom of page