top of page

sang jelita

Adara Elza M.

April 13, 2026

Derap langkahmu menjadi detak pada nadiku,

senyum manismu selalu membuat tubuhku terpaku,

kerlingan matamu membawaku berlutut di bawah pesonamu.

Wahai Jelita, apa yang telah kau lakukan padaku?


Di bawah rinai hujan kita menari bersama,

di atas nirwana kita bersenandung rayakan cinta,

di antara serpihan kaca kita lalui dengan alas bahagia.

Wahai Jelita, apa yang terjadi pada kita?


Kucing-kucing liar menertawakan nestapa kita,

seakan-akan mereka tidak pernah dianggap sebagai makhluk yang nista,

seakan-akan mereka bisa mencinta sehebat kita,

seakan-akan mereka bisa membacakan sajak asmara untuk pasangan mereka.


Wahai Jelita, andai kata kita bersama,

'kan kusampaikan ribuan puisi cinta dengan lantang.

Wahai Jelita, andai kata kita bersama,

'kan kugenggam tanganmu bagai perhiasan elok yang menjadi dambaan orang-orang.


Wahai Jelita, andai kata kita bersama,

'kan kupuja jiwa dan ragamu bagai tali kehidupanku.

Wahai Jelita, pesona magismu membuatku menjadi manusia gila yang terbelenggu di dalam penjara hatimu.

bottom of page